Kemuliaan Seorang Anak

•November 20, 2008 • Leave a Comment

By: agussyafii

Kejaiban itu hadir dalam bentuk apapun, bahkan keajaiban juga hadir dalam bentuk rasa sakit. Ketika rasa sakit itu menghampiri yang begitu luar biasa napas menjadi terasa berharga. Begitu yang saya bisa
rasakan pada diri jaka. Bahkan seolah saya berada waktu yang sempit untuk menggapai sebuah impian. Impian untuk impian untuk membantu anak-anak yatim, impian untuk membantu banyak anak memiliki sebuah harapan agar tidak mudah putus asa dalam hidupnya.

Sore itu saya melihat berlarian Jaka. Sudah dua hari Jaka tidak sekolah karena paru-parunya sakit. Kata ibunya paru-paru sakit sudah sejak lahir. Saya melihat wajahnya begitu tegar. Ayahnya meninggal
sewaktu Jaka masih kecil. “Jaka, tidak boleh lari-larian nanti terlalu kecapekan ya..”kata saya padanya. “Iya kak.”jawab Jaka. Badannya kurus namun selalu bersemangat dalam hidupnya. Senyum itu terurai dengan
sebuah harapan akan masa depannya.

“Besok gede Jaka mau jadi apa?” tanya saya padanya. “pengen bisa bantu
ibu biar tidak menderita kak..” jawab Jaka. Mata istri saya
berkaca-kaca mendengarnya.

———— ———
Rasulullah SAW bersabda, “Rumah tangga yang paling dicintai oleh
Alloh SAW yaitu rumah tangga yang di dalamnya ada anak yatim yang
dimuliakan.” (HR. Ath-Thabarani dan Asbahani).

Bila Air Mata Tak Pupus Jua

•November 20, 2008 • 1 Comment

Penulis : Abu Aufa

——–
KotaSantri.com : Duri tajam itu
memang menyakitkan Karenanya sedu sedan seakan tak tertahankan
Namun…
Hidup ini pun
tak pernah berhenti pada satu titik singgah

Lalu mengapa
tak engkau hamparkan saja sajadah dan ratakan kening di atasnya?
Mohonkan ampun dalam hamburan do’a kepada Sang Pemilik Cinta

Nanar…
Pandangannya menerawang dari balik jendela kaca. Di luar sana, sang dewi malam masih bersinar temaram kekuningan. Tak henti memamerkan kecantikan pada setiap makhluk yang tersentuh cahayanya.
Saat itu, dengan tangan gemetar, dielusnya perut yang tampak semakin membesar.

Tak seindah rembulan, raut wajahnya kuyu dan kusam. Mata pun sembab karena ruah tangisan. Kepedihan itu masih saja menggurat, membuat tumpukan gundah dan keluh kesah yang semakin membuncah.

Kekecewaan jelas menyelubungi jiwa dan raganya. Kenangan itu memang sangat menyakitkan, karena telah direnggutnya sebuah nilai kesucian. Hati kecilnya berteriak, ingin berontak. Namun, kenyataan tak mungkin begitu mudah terhapuskan. Lelaki yang diharapkan mestinya bagaikan Pangeran, ternyata hanyalah seorang durjana. Memetik sari bunga, kemudian terbang entah ke mana.

Berjuta impian tentang sebuah keluarga perlahan sirna. Mimpi akan kerinduan rumah mungil yang penuh canda tawa, hanya sekedar khayalan. Hasrat untuk mengukir jiwa-jiwa suci dan murni seakan tenggelam karena tiadanya pendamping seorang qawwam. Hari-hari lalu berganti dengan derai tangisan. Memilukan, sehingga menciptakan serpihan hati yang berserakan di mana-mana.

Perlahan, dilangkahkan kakinya ke pembaringan. Mencoba sejenak melepaskan lelah jiwa dan raga. Dipejamkannya mata, namun air bening tak mudah dibendungnya. Air mata itu mengalir, bahkan membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Tubuhnya lemah, lunglai tiada daya. Di kesenyapan malam, isaknya masih terdengar memilukan, menyiratkan penyesalan akan nasibnya yang telah ditoreh nista.

Esok menjelang, dan dengan rasa letih, ia terjaga saat sinar mentari menerpa raut wajahnya. Jiwa yang rapuh itu seakan enggan menggerakkan raga. Tak berubah, tatapan matanya lantas kosong menerawang.
Tak pula fitrah sebagai wanita menyapa kesadarannya akan detak kecil kehidupan di alam rahimnya. Perih itu masih ada. Luka pun masih menganga. Tanpa kuasa menahan segalanya, kembali air bening menerobos kelopak mata.

Duhai…
Apalah daya dirinya, jika kala itu setan telah pula mengambil peran. Sepercik darah yang mestinya tersaji setelah ikatan suci disimpulkan, tak akan pernah lagi dihidangkan. Belaian mesra yang diharapkan saat mereguk cinta di malam pertama pun hanyalah sekedar khayalan.

Aaah…
Indah harapan terkadang sangatlah berbeda dengan kenyataan. Namun, bila impian itu selalu saja dipenjara dalam jiwa, apakah ada beda antara keduanya? Penyesalan yang tiada kunjung usai pun bukankah dapat meranggas keimanan.

Duri tajam yang pernah menancap di jiwa memang sungguh menyakitkan. Tetapi hidup juga tidak pernah berhenti pada satu titik persinggahan. Waktu akan selalu menggulirkan siang dan malam atas titah
Sang Pemiliknya. Lalu, mengapa tak usah hiraukan saja torehannya, bila itu justru akan membuat hidup ini akan jauh lebih berharga.

Hapuslah air mata, hentikan juga sedu sedan. Bila akhir sepertiga malam menjelang, hamparkan sajadah dan ratakan kening di atasnya. Kemudian, tengadahkan telapak tangan seraya memohon ampunan dalam jutaan butir do’a. Bersimpuh, seraya merenungkan semua kekhilafan tentu akan lebih menenangkan jiwa.

Sabarlah…
Tiada seorang jua di dunia yang bersih dari segala dosa dan noda. Pun, masih pula tersedia banyak lembaran kertas untuk menggoreskan kehidupan yang lebih bermakna. Tataplah keindahan alam di luar sana, dengar dan rasakan senandung tasbih serta tahmid yang tak henti dialunkan penghuninya. Belajarlah dari mereka yang tercipta tidak sempurna seperti manusia, namun tak pernah berkeluh kesah akan nasibnya.

Semoga.
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Yang Terdalam

•August 15, 2007 • Leave a Comment

Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Reff :

Takan lelah
Aku menanti
Tak hilang
Cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Tersisa dijiwa

Close To You

•August 14, 2007 • Leave a Comment

Why do bird suddenly appear,
Everytime you are near?
Just like me, they long to be,
Close to you……

Why do stars fall down from the sky,
Everytime you walk by?
Just like me, they long to be,
close to you………

On the day that you were born the angels got together,
And decided to create a dream come true,
So they sprinkled moondust in your hair
And golden starlight in your eyes of blue…

That is why, all the boys [or: girls] in town,
Follow you, all around,
Just like me, they long to be,
Close to you…….

On the day that you were born the angels got together,
And decided to create a dream come true,
So they sprinkled moondust in your hair
And golden starlight in your eyes of blue…

That is why, all the boys [or: girls]in town,
Follow you, all around,
Just like me, they long to be,
Close to you………
Just like me, they long to be,
Close to you………

Menghapus Jejak Mu

•August 9, 2007 • Leave a Comment

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

reff:
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

repeat reff

bridge:
lepaskanlah segalanya
lepaskanlah segalanya

Kado Terindah

•July 26, 2007 • Leave a Comment

Menjelang hari Ultah ku, udah dapet nech kado terindah (curi start ni judul nya). Haaa.. perlu disyukuri banget nech..

Semuanya udah berakhir… dengan sangat mudah dan enteng aja. Yach.. itu lah.. Simple..^_^

Hari2 menyenangkan udah berakhir, hari2 ngeNet yang indah, wara wiri di labor yang selalu sesak mahasiswa.. haaa… hari2 yang penuh canda dengan kakak2 yang tersayang, hari2 penuh kejutan yang bahagia maupun kejutan yang bikin shock.. hehehehe

Yach.. kayak hari ini, kejutan pun aku dapatkan. Kejutan yang ga indah tentunya, mengawali kisah ku. Mesti “Say Goodbye dengan rekan2 tercinta yang penuh dengan perjuangan.” Berat rasa nya, tapi apa yang mau dikata, semuanya hanya masalah waktu aja, baik nanti ataupun sekarang sama aja. Toh bakalan terjadi juga. Bedanya sekarang waktunya dimajukan beberapa jam aja (hehehe..)

Mmmm.. say goodbye dech ama kompi yang selalu menemaniku, say goodbye ama penghuni ruangan yang mungil ini, n say goodbye ama adek2 di labor.

Padahal masih banyak job yang belum terlaksana. Mo gimana lagi. Blog belum di publish :( , belum jadi instalasi jomla ku yang baru… masih banyak dech…

But… ini lah hidup, “Hidup adalah pilihan..” Itu emang benar… Dan inilah pilihan ku. Pilihan buat mundur selangkah guna melangkah lebih maju (slogannya cimplak..).

Semoga ini yang tebaik, semoga ini benar2 jalan kemudahan buat aku.. Semoga…^_^

Amien..

Thanks buat Semua yang telah memberi warna dalam hari2 ku..

Ibunda, Mengapa Engkau Menangis..??

•July 14, 2007 • Leave a Comment

Suatu ketika, ada seorang anak laki2 yang bertanya kepada ibunya “Ibu, mengapa ibu menangis ?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alas an”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menagis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya Mengapa wanita menangis..Dan ia pun mendapat jawaban..

“Saat wanita diciptakan, ia dibuat menjadi sangat utama. Diciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Diberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau sering pula ia kerap berulangkali menerima cerca dari anak itu.

Diberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, diberikan kesabaran. Kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Diberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang. Untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun dan situasi apapun. Walau tak jarang anak2 itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi2 nya yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Diberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya. Melalui masa2 sulit, dan pelindung baginya.

Diberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, sering pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan akhirnya, diberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus diberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan.

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau Beliau masih hidup, karena di kakinya kita menemukan surga.

“Kasih Ibu itu seperti lingkaran, tak berawal tak berakhir. Kasih ibu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiap orang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkan seperti mentari siang, dan menyelimutinya seperti bintang malam (Art Urba)”

Dikutip dari buku motivasi..^_^

Special For My Mom. I Love U So Much..

 

Cinta dan Waktu

•July 4, 2007 • Leave a Comment

 

Alkisah dipulau kecil, tinggallah berbagai macam benda2 abstrak. Ada cinta, kesedihan, kegembiraan, kekayaan dsb. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba2 naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat2 berusaha menyelematkan diri. Cinta kebingungan karna cinta tidak bisa berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari petolongan. Sementara itu aitr makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan..!!! Kekayaan..!! Tolong Aku” teriak Cinta. “Aduh maaf Cinta..” kata kekayaan. “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak bisa membawamu bersama ku. Lagi pula tak ada tempat buat diri mu”

Lalu kekayaan cepat2 mengayuh perahunya dan pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihat nya kegembiraan. ” Kegembiraan Tolong Aku..!!” teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karna menemukan ia perahu dan tidak mendengar teriakan Cinta.

Air lautpun semakin tinggi membasahi Cinta sampai kepinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan.. bawalah aku bersama mu!” pinta Cinta. “Wah Cinta… kamu basah dan kotor..!! . Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahu ku yang indah ini” sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengar nya, ia mulai menagis terisak-isak. Saat itu lewat lah Kesedihan. ” Oh kesedihan.. bawalah aku bersamamu.” kata Cinta. ” Maaf Cinta.. aku lagi sedih. Aku ingin sendiri saja..” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelemkannya. Pada saat kritis itu lah tiba2 terdengar suara, “Cinta, mari capat naik perahuku!” Cinta menoleh ke aarah suara itu dan melihat seseorang tua dengan perahunya. Capat2 Cinta naik keperhau itu, tepat sebelum air meneggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera berlalu. Pada saat itu baru Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang telah menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakan kepada seorang penduduk tua dipulau itu siapa sebenarnya orang tua itu. “Oh orang tua tadi..!!” Dia adalah Waktu. Kata orang tua itu. “Tapi.. mangapa ia menyelamtkan Ku..?? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman2 yang kenal dengan ku pun enggan menolongku.” Tanya Cinta heran. “Sebab…” kata orang tua itu “Hanya Waktulah yang tahu seberapa nilai sesungguh nya dari Cinta itu..”

Hilang

•June 23, 2007 • Leave a Comment

Ada yang hilang… Tapi ga tau apa

Ada yang hilang… Tapi ga tau kapan

Ada yang hilang… Tapi ga tau gimana

Ada yang hilang… Tapi ga tau yang ngambil siapa

Ada yang hilang…

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.